Legenda Persib: Dari Pengembala Sapi Menjadi Bintang Lapangan
"Temukan kisah inspiratif Legenda Persib yang berawal dari seorang pengembala sapi dan bertransformasi menjadi bintang lapangan sepak bola. Ikuti perjalanan luar biasa yang penuh perjuangan dan dedikasi dalam menciptakan jejak prestasi di dunia olahraga."

Legenda Persib: Dari Pengembala Sapi Menjadi Bintang Lapangan

Legenda Persib: Dari Pengembala Sapi Menjadi Bintang Lapangan

Kisah Inspiratif Tantan: Dari Bobotoh hingga Juara Bersama Persib Bandung

Tantan adalah contoh nyata perjalanan luar biasa dalam karier sepak bolanya. Sejak kecil, ia mengidolakan Persib Bandung, klub yang sangat dicintainya. Ketika duduk di bangku kelas 4 SD, Tantan sudah menunjukkan kecintaannya dengan menjadi bobotoh sejati. Pertama kali menonton pertandingan Persib di Stadion Siliwangi bersama kakeknya, suasana tribun yang dipenuhi pendukung membuat ia semakin bertekad untuk menjadi pesepak bola profesional. "Persib adalah motivasi saya untuk menjadi pemain bola," kenangnya.

Di balik impian besarnya, Tantan menjalani hidup sebagai peternak sapi, menggembala dan memerah susu sebelum berlatih sepak bola. Meski berasal dari keluarga sederhana, semangatnya untuk mengejar mimpi tak pernah padam. Ia memulai perjalanan sepak bola dengan bergabung di Sekolah Sepak Bola (SSB) Elput Lembang, berlatih dari kelas 4 SD hingga SMA. Kemudian, Tantan melanjutkan kariernya di PS Putra Lembang, yang berlaga dalam kompetisi internal Persib.

Walaupun berbakat, Tantan pernah gagal menembus skuad muda Persib setelah mengikuti seleksi di Maung Putih dan Maung Biru. Namun, semangatnya tak pernah surut. Ia menjelajahi berbagai klub, seperti Persikab Bandung, Persibo Bojonegoro, dan Sriwijaya FC. Setiap musim, tawaran dari Persib selalu datang, tetapi klubnya saat itu tak memberinya izin hingga tahun 2014. Pelatih Djadjang Nurdjaman, bersama Firman Utina dan Supardi Nasir, menghubunginya untuk bergabung dengan tim Maung Bandung.

Kesuksesan Bersama Persib

Tantan resmi bergabung dengan Persib Bandung saat klub sedang merancang skuad kuat untuk menjuarai Indonesia Super League (ISL) 2014. Dalam musim pertamanya, ia langsung memberi kontribusi besar kepada tim yang berhasil meraih gelar juara setelah 19 tahun menanti. "Saat pertama kali gabung Persib, saya langsung juara. Itu momen yang luar biasa," ujarnya, penuh haru.

Walaupun tidak selalu sebagai pemain utama, Tantan siap memberikan yang terbaik, baik ketika menjadi starter maupun cadangan. Baginya, bermain untuk Persib lebih dari sekadar tontonan di lapangan; itu adalah soal mental dan kebanggaan. Namun, ia menghadapi tantangan besar ketika mengalami cedera serius. Beruntung, Persib selalu mendukungnya, membiayai operasi dan memberinya peran baru sebagai Duta Akademi Persib.

Permannya di Hati Bobotoh

Bagi Tantan, Persib bukan hanya sebuah klub, melainkan rumah kedua. Ia merasakan betapa besarnya kecintaan dan loyalitas terhadap klub ini, baik dari dirinya sendiri maupun dari Bobotoh. "Persib bukan cuma tim besar di Jawa Barat, tapi juga di seluruh Indonesia dan dunia. Waktu saya main di Timnas, bahkan ada yang mengibarkan bendera Persib di Spanyol," ujarnya bangga.

Sebagai mantan pemain dan bobotoh, Tantan mengingatkan para suporter untuk tetap mendukung Persib, apapun hasilnya. "Mau menang atau kalah, kita dukung terus. Karena jika kita mendukung saat tim kalah, pemain akan lebih semangat. Jangan hanya mendukung saat menang saja," pesannya.

Saat ini, Tantan tetap setia di lingkungan Persib, membimbing generasi muda untuk meneruskan kejayaan Maung Bandung. Kisah hidupnya menjadi bukti nyata bahwa cinta, kerja keras, dan dedikasi dapat mengantar seseorang menuju impian, betapa pun sulit jalannya.

Comments

https://blog.hitabatak.com/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!