5 Alasan Mengapa Dripper Corong Kuning Jadi Favorit Barista di Seluruh Dunia
5 Alasan Mengapa Dripper Corong Kuning Jadi Favorit Barista di Seluruh Dunia

5 Alasan Mengapa Dripper Corong Kuning Jadi Favorit Barista di Seluruh Dunia

5 Alasan Mengapa Dripper Corong Kuning Jadi Favorit Barista di Seluruh Dunia

Corong Kuning yang Menggebrak Dunia Barista

Seorang barista berhasil mencuri perhatian publik setelah menggunakan corong kuning yang disulap menjadi dripper, dan kini ia meraih posisi 6 besar di Indonesia Brewers Cup Championship (IBrC) 2025. Kejadian ini terjadi di BRI UMKM EXPO(RT) di ICE BSD, di mana para barista bersaing untuk menunjukkan keahlian mereka dalam menyajikan kopi yang segar, enak, dan unik.

Corong kuning yang digunakan oleh Amadeo Yurcel dari Tanatap Coffee ini menjadi sorotan utama dalam kompetisi. Bersama Jhon R Christopher dari Fugol Coffee Roaster, mereka menemukan corong ini saat berbelanja di sebuah toko furnitur. Jhon melihat benda berwarna kuning yang tampak seperti dripper, dan setelah melakukan eksperimen, Amadeo berhasil membawanya ke panggung IBrC 2025.

Dripper ini sebenarnya adalah corong air biasa yang dijual di IKEA, dengan desain yang mengingatkan pada dripper Kalita Wave. Produk ini, bernama UPPFYLLD, memiliki diameter 11,5 cm dan motif bergelombang di bagian atas. Meskipun demikian, beberapa penyesuaian diperlukan untuk menggunakannya sebagai dripper, seperti panjang kertas saring dan penyangga agar tidak menyentuh dasar server.

Kesuksesan Amadeo dengan corong kuning ini membuat banyak barista penasaran untuk mencoba sendiri. Awalnya dijual seharga Rp 19.900, kini corong ini mulai merambah platform belanja online dengan harga yang bervariasi, bahkan ada yang mencapai Rp 29.900 atau lebih.

Proses manual brew menggunakan corong ini mirip dengan V60, namun dengan kemiringan 70 derajat yang lebih besar, memungkinkan air menyebar lebih luas di permukaan kopi. Banyak barista dari berbagai kafe berlomba-lomba untuk membuktikan hasil seduhan menggunakan corong ini. Salah satunya adalah akun Instagram @kopiboerit yang membagikan resep seduhan dari Jhon Christopher.

Dalam percobaan tersebut, 13 gram kopi dihaluskan dengan tingkat gilingan medium, menggunakan total 200 mililiter air selama proses penyeduhan, termasuk untuk blooming. Durasi penyeduhan sekitar 2 menit 20 detik, menghasilkan kopi yang lebih manis dan pekat dibandingkan dengan dripper V60.

Comments

https://blog.hitabatak.com/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!