views
Bisnis Kuliner Legendaris Hilang Karena Kekurangan Penerus

Bisnis Kuliner Legendaris yang Tutup Karena Tak Ada Penerus
Beberapa bisnis kuliner legendaris terpaksa menutup pintunya secara permanen karena kurangnya sosok penerus. Meskipun telah beroperasi selama lebih dari 100 tahun, keberhasilan dalam mengelola restoran tidak menjamin kelangsungan bisnis. Banyak tantangan yang sering diabaikan oleh pemilik, seperti persaingan yang ketat dan pengelolaan keuangan yang baik.
Keberlangsungan bisnis kuliner juga sangat bergantung pada adanya pewaris yang bersedia melanjutkan usaha. Sayangnya, banyak pemilik yang terpaksa menutup usaha mereka karena tidak memiliki generasi penerus yang siap mengambil alih.
Salah satu contohnya adalah sebuah pabrik kecap di Malaysia yang telah beroperasi selama 111 tahun. Meskipun produk soy sauce-nya sangat dihormati, pemilik generasi ketiga mengumumkan penutupan karena tidak ada pewaris yang ingin melanjutkan bisnis keluarga.
Di dunia restoran, Chef Kang dari Singapura juga mengalami hal serupa. Setelah 30 tahun berkarir dan meraih penghargaan Michelin Guide, ia memutuskan untuk menutup restorannya pada 2024. Kelelahan dan ketidakmampuan untuk mengelola restoran sendirian menjadi alasan utama di balik keputusannya.
Restoran Tommaso yang berusia 90 tahun di San Francisco juga harus tutup karena tidak ada penerus dari keluarga Crotti. Meskipun telah berganti nama dan pemilik, restoran ini tetap mempertahankan cita rasa Italia yang klasik.
Di Singapura, Bee Kee Hong Kong Thian Sim, yang terkenal dengan dimsum tradisionalnya, juga harus menutup gerainya. Pemiliknya, Ye, yang telah bekerja di restoran tersebut sejak 1970, merasa tidak ada anggota keluarga yang bersedia meneruskan usaha tersebut.
Kedai sup ikan di Amoy Food Centre, milik Yar Choon Phiow, juga menghadapi nasib serupa. Di usia 79 tahun, Yar merasa tidak mampu lagi melanjutkan bisnis dan memutuskan untuk menjual kedai serta resep bubur ikannya. Ia lebih memilih menikmati masa tuanya bersama keluarga daripada terus berjualan.
Keberlangsungan bisnis kuliner tidak hanya bergantung pada popularitas dan pengalaman, tetapi juga pada adanya generasi penerus yang siap melanjutkan warisan tersebut.
Comments
0 comment