Enam Nama Tersembunyi Lemak Babi yang Harus Diketahui Muslim
Enam Nama Tersembunyi Lemak Babi yang Harus Diketahui Muslim

Enam Nama Tersembunyi Lemak Babi yang Harus Diketahui Muslim

Enam Nama Tersembunyi Lemak Babi yang Harus Diketahui Muslim

Memahami Istilah Lemak Babi dalam Kuliner

Dalam dunia kuliner, lemak babi memiliki beberapa nama lain yang penting untuk diketahui, terutama bagi mereka yang menjalankan pola makan halal. Selain 'lard', istilah seperti 'lardo' dan 'salo' juga merujuk pada bahan yang sama. Bagi umat Muslim, mengonsumsi babi dan produk olahannya, termasuk minyak dan lemak babi, adalah hal yang diharamkan. Oleh karena itu, penting untuk mengenali istilah-istilah yang berkaitan dengan bahan nonhalal saat membeli makanan di luar.

1. Lard

Lard adalah istilah paling umum untuk lemak babi yang telah dilelehkan. Prosesnya melibatkan melelehkan lemak babi hingga cair, kemudian didinginkan hingga membentuk padatan putih mirip mentega. Dalam masakan, lard sering digunakan untuk menggoreng, memanggang, atau sebagai pengganti mentega dalam pembuatan kue. Dengan titik asap yang tinggi (sekitar 370ºF atau 188ºC), lard sangat cocok untuk memasak pada suhu tinggi. Namun, penting untuk memeriksa label bahan makanan, karena sering kali tidak disebutkan secara langsung sebagai "lemak babi". Lard dapat ditemukan dalam pastry, kue, roti, dan beberapa jenis cokelat.

2. Fatback

Fatback adalah istilah lain untuk lemak babi, yang berasal dari punggung babi. Berbeda dengan lard, fatback biasanya digunakan dalam bentuk padat dan sering ditambahkan untuk memberikan kelembutan pada hidangan daging. Fatback juga menjadi bahan utama dalam beberapa jenis sosis dan charcuterie, memberikan kelembaban dan tekstur khas pada produk olahan daging. Di Amerika Selatan, fatback sering digoreng hingga renyah dan disajikan dengan kacang-kacangan dan sayuran.

3. Lardo

Lardo adalah lemak babi yang diawetkan dengan garam dan rempah-rempah, memberikan tekstur padat dan rasa kompleks. Dalam kuliner Italia, lardo disajikan dalam irisan tipis sebagai antipasto, sering dipadukan dengan kacang, madu, atau roti. Selain dimakan langsung, lardo juga dapat ditambahkan ke dalam adonan pastry atau hidangan steak untuk meningkatkan cita rasa.

4. Lardon

Lardon adalah potongan kecil daging atau lemak babi yang digunakan dalam masakan Prancis. Biasanya dipotong dadu dan digoreng hingga renyah, lardon menambah rasa gurih pada hidangan seperti Quiche Lorraine dan boeuf Bourguignon. Meskipun mirip dengan pancetta, lardon tidak memiliki bumbu tambahan dan hanya menggunakan daging babi yang dipotong dan digoreng.

5. Salo

Salo adalah lemak babi yang populer di Ukraina dan beberapa negara Eropa Timur. Biasanya dikonsumsi dalam bentuk irisan mentah yang diawetkan dengan garam, salo disajikan dengan roti gandum hitam dan bumbu seperti merica atau bawang putih. Makanan ini dianggap simbol budaya dan dapat dimasukkan ke dalam berbagai masakan, termasuk sup.

6. Leaf Lard

Leaf lard berasal dari area sekitar ginjal babi dan memiliki tekstur halus serta rasa ringan. Ini menjadikannya pilihan ideal untuk pembuatan kue dan pastry. Banyak pembuat roti profesional lebih memilih leaf lard dibandingkan mentega untuk hasil yang lebih baik dalam pembuatan pie crust. Selain itu, leaf lard juga dapat digunakan untuk menggoreng, karena memiliki titik asap yang lebih tinggi dibandingkan mentega.

Dengan memahami berbagai istilah ini, kita dapat lebih bijak dalam memilih makanan dan memastikan bahwa kita menghindari bahan-bahan yang tidak sesuai dengan prinsip diet kita.

Comments

https://blog.hitabatak.com/assets/images/user-avatar-s.jpg

0 comment

Write the first comment for this!